Tips

PENGAKUAN NIKMAT SANG WANITA

Posted by Anom Wijaya (admin) on 30 Oct 2009
Tips >>

Hampir setiap lelaki yang pernah bersetubuh dengan saya selalu melakukan hal
yang keliru di dalam melakukan antisipasi ketika saya mulai mencapai klimaks.
Mereka selalu mempercepat goyangan dengan begitu bernafsunya sehingga
momen orgasme saya yang indah itu tidak berbekas. Seharusnya lelaki itu
mengerti dan tahu apa yang harus dilakukannya apabila wanita mulai mencapai
klimaks, yaitu memperlambat goyangan pada sikap gerakan yang hampir diam,
dan kemudian mulai menggerakkan penisnya lagi secara perlahan-lahan
sehingga gesekan penis di dalam vagina akan terasa begitu menggelitik berbaur
dengan rasa klimaks yang baru saja tercapai sehingga kenikmatan yang saya
peroleh, saking nikmatnya, akan sulit untuk saya ungkapkan dengan kata-kata.
Sering terlintas dalam pikiran saya ternyata orgasme yang saya peroleh melalui
masturbasi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan orgasme yang diperoleh dari
penis laki-laki semacam yang di atas karena dengan cara masturbasi saya dapat
merasakan kontraksi di dalam vagina dengan cara mengurangi sentuhan atau
gerakan tangan saya ketika saya akan mulai klimaks”, ungkap Leni seorang
mahasiswi berumur 24 tahun.
“Pada umumnya setiap lelaki mengetahui bahwa payudara wanita adalah
daerah sensitif untuk meningkatkan gairah birahi wanita disamping clitoris.
Selain sensitif untuk meningkatkan gairah birahi juga merupakan daerah yang
rawan menerima rasa sakit. Kebetulan payudara saya ukurannya termasuk
ukuran besar, dan suami saya sangat senang memainkan payudara saya baik
sebelum maupun selama bersetubuh. Kalau mengisap puting payudara saya, dia
lakukan lama sekali dan kalau dia sudah akan mencapai orgasme remasan-
remasannya pada payudara saya begitu liar sehingga rasa nikmat hilang
menjadi rasa sakit yang akibatnya saya selalu ingin segera mengakhiri acara
persetubuhan ini.
Sudah sering saya katakan padanya bahwa kalau dia meremas-remas payudara
saya terlampau keras saya hanya merasakan rasa sakit bukan rasa nikmat.
Suami saya menjawab, bahwa hal itu pasti akan selalu terjadi karena payudara
kamu begitu besar dan sangat merangsang untuk diremas dengan keras dan
ekspresi wajah saya katanya kelihatan menyukai hal tersebut. Padahal bagi
hampir semua wanita, kalau puting payudara ini dihisap atau dikulum
terlampau lama maka puting payudara itu akan menjadi keras dan
sensitivitasnya menjadi berkurang.
Waktu saya ngobrol mengenai hal ini dengan teman saya yang kebetulan juga
memiliki ukuran payudara yang besar, diapun ternyata mempunyai masalah
yang sama dengan pacarnya, dan dia mengatakan kepada saya bahwa wanita
yang memiliki payudara besar akan lebih sering menderitanya dibandingkan
dengan kenikmatannya yang diperoleh oleh wanita yang hanya memiliki
payudara yang berukuran sedang.
Karena mungkin saja dalam benak pikiran laki-laki, tersimpan pikiran bahwa
wanita dengan payudara yang berukuran besar itu menyenangi perlakuan yang
lebih untuk payudaranya sehingga lelaki pasangan kita itu selalu dengan rakus
dan kasar mempermainkan payudara wanita yang berukuran besar. Pikiran
semacam itu salah sama sekali!
Terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara wanita, perlakuan yang lembut
dan liar (bukan kasar) atas payudara itu akan memberikan rangsangan yang luar
biasa sekali, dan jauh dari rasa sakit .Akibat dari hal ini, sudah lama saya
jarang mencapai orgasme kalau bersetubuh dengan suami saya, pelarian saya
untuk mencapai orgasme adalah melalui vibrator”, ungkap Nina, seorang ibu
rumah tangga berumur 31 tahun.
“Pacar saya kalau bersetubuh tidak pernah bisa lama atau menunggu saya
dalam mencapai orgasme. Tapi saya tetap bisa puas dan akhirnya mencapai
orgasme dengan kualitas orgasme yang dapat membuat saya benar-benar puas.
Yang dia lakukan apabila dia sudah klimaks adalah mencabut penisnya dari
vaginaku, dan segera dia memasukkan dua jari tangannya, yaitu jari telunjuk
dan jari manis, ke dalam vaginaku dan menggosok dengan gerakan memutar
secara perlahan clit-ku dengan jempolnya. Kemudian dia menggantikan peran
jempol tersebut dengan lidahnya untuk berputar-putar di atas clit-ku sambil
jari-jarinya digerakan keluar masuk menggesek bagian dalam vaginaku. Dengan
apa yang dia lakukan, saya tidak pernah dapat bertahan lama, klimaks dengan
kenikmatan yang sensasional”, ungkap Hesti, seorang sekretaris berumur 23
tahun.
“Sulit mendapatkan laki-laki, apakah dia bujangan atau sudah married yang
menguasai ‘The Art of Sex’, ujar Lina. Setiap Lina mau mencapai orgasme
akibat foreplay yang dilakukan oleh si laki-laki tanpa sadar biasanya Lina suka
nyerocos ngomong ngelantur seperti teriak, “aadduuh.., Lina hampir keluar”
atau “Ohh.., Lina nggak tahan lagi”, dan yang semacamnya. Mendengar
erangan Lina semacam itu setiap laki-laki yang bersetubuh sama Lina pasti
langsung menancapkan penisnya sekaligus dengan tekanan yang keras sekali ke
vagina Lina. laki-laki itu sebenarnya harus tahu bahwa bagaimanapun wanita
mengerang dan memohon untuk disetubuhi tapi kalau penis itu ditancapkan
dengan cara seperti itu akan menimbulkan rasa sakit dan langsung menurunkan
rasa gairah yang tadinya sudah begitu tinggi.
Biasanya begitu masuk, karena akibat erangan Lina, si laki-laki langsung
menyetubuhi Lina dengan gerakan yang cepat. Tapi karena cara masuknya
seperti tadi di atas, dimana akibatnya gairah Lina sendiri agak menurun karena
masih menahan rasa pedih yang belum hilang, bukannya Lina yang orgasme
malahan menjadi sebaliknya.
Seharusnya si laki-laki tahu bahwa kalau wanita sudah memohon untuk di
setubuhi, masukkan penisnya secara ‘gentle’, tekan perlahan tapi lakukan
sedalam mungkin, kemudian setubuhi wanita itu dengan gerakan yang teratur
tetapi tidak terlalu cepat. Kalau si laki-laki melakukan seperti itu, akan terasa
sekali sama Lina bagaimana kepala penis membuka bibir vagina Lina untuk
berusaha masuk ke vagina Lina dan otomatis lubang vagina akan membesar dan
vagina bertambah basah sehingga dengan mudah dan nikmat penis itu akan
masuk semuanya ke dalam vagina Lina, dan yang pasti tidak lama kemudian
Lina pasti orgasme. Hal ini baru satu kali Lina alami dari delapan laki-laki yang
pernah bersetubuh dengan Lina”, ungkap Lina, seorang asisten front office
manajer sebuah hotel berbintang di Bandung berumur 25 tahun.
“Lelaki dewasa itu menurut saya adalah manusia yang kadang-kadang sering
bersikap bodoh dan menyakitkan, tetapi mereka sama sekali tidak
menyadarinya. Salah satu ungkapan kebodohan dan sikap laki-laki yang
menyakitkan itu aku peroleh dari pacarku sendiri. Dan dia sendiri sama sekali
tidak menyadarinya. Kejadiannya sewaktu aku masih berumur 18 tahun dimana
pacarku waktu itu berumur 25 dan sudah bekerja. Masa pacaranku pada waktu
itu memasuki usia 2 tahun, dan di suatu malam akhirnya pertahananku jebol
juga, keperawananku berhasil diambilnya. Usai dia memerawaniku, dia
bertanya kepadaku, “Apakah aku masih sakit dan apakah aku menyesal telah
melakukannya”.
Pertanyaan ini terasa buatku sangat menyakitkan dan di mataku rasanya dia
menjadi sangat bodoh sekali dengan melontarkan pertanyaan semacam itu.
Karena, kalau aku jawab bahwa aku menyesal telah melakukannya, dia sudah
pasti tidak dapat berbuat apa-apa karena keperawananku sudah robek. Sama
saja sewaktu penisnya masih belum dapat menembus keperawananku dia
sempat bertanya, “Apakah aku merasa sakit?”, tapi tanpa menunggu jawabanku
tetap saja dia melakukannya. Seharusnya dia sebagai pacarku dan juga bagi
laki-laki serta laki-laki lainnya yang telah berhasil merenggut keperawanan
pacarnya tidak usah bertanya semacam itu, tapi cukup dengan memeluk dan
mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku dan akan bertanggung jawab atas
segala akibat dari apa yang telah kita lakukan berdua”, ungkap Ika, seorang
mahasiswi berumur 21 tahun.
“Meskipun sempat ragu-ragu karena takut merasa sakit, tapi Desi pernah minta
pacar Desi untuk mencoba menyetubuhi anus Desi. Pacar Desi mengerti gelagat
bahwa meskipun itu keinginan Desi sendiri tapi dia tahu bahwa sebenarnya Desi
masih ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi ternyata pacar Desi bisa
menyetubuhi anus Desi hampir tanpa meninggalkan rasa pedih sedikitpun,
malah sebaliknya, Desi memperoleh kepuasan yang luar biasa sekali. Pertama
yang dia lakukan adalah memberi pelicin (vaseline) di penisnya dan juga di
sekitar maupun di lubang anus Desi. Setelah penisnya berada di posisi bibir
anus Desi dia sama sekali tidak melakukan tekanan, tapi justru dia yang
menyuruh Desi mendorong pantat Desi ke belakang sehingga kontrol untuk
mengatasi rasa sakit sepenuhnya ada pada Desi. Dengan perlahan-lahan,
kadang-kadang berhenti dulu kalau terasa sedikit pedih, penis pacarku itu
akhirnya masuk semua ke dalam anus Desi.
Tanpa rasa pedih atau sakit yang berlebihan seluruh batang penis pacarku telah
tertanam di dalam anus Desi, yang ada hanya rasa nikmat. Dengan tangannya
dia meraih vibrator yang telah disiapkan, dan dibenamkannya vibrator tersebut
ke vagina Desi. Pacar Desi tetap diam tidak melakukan gerakan, dan gelinya
gelitikan vibrator di dalam vagina Desi mulai membuat Desi bergerak, setiap
gerakan Desi melawan vibrator menimbulkan gerak balik terhadap pantat Desi,
dan otomatis anus Desi bergerak naik turun menggesek penis pacar Desi.
Adegan ini tidak bertahan lama karena Desi tidak mampu untuk menahan rasa
nikmat yang Desi alami. Desi mencapai orgasme yang menurut Desi, belum
pernah Desi rasakan sebelumnya. Ternyata kalau laki-laki itu mengerti soal
persetubuhan, banyak cara yang dapat diberikannya untuk memuaskan wanita.
Dengan pengalaman itu, Desi makin sayang sama dia dan tidak pernah punya
pikiran untuk mencoba penis yang lain selain penis pacar Desi”, ungkap Desi
seorang foto model berumur 23 tahun.
“Suami Hani termasuk suami yang termasuk cepat klimaks, sehingga Hani sering
sekali kecewa. Setelah dia klimaks, dia malah tidak ada usaha sedikitpun untuk
melakukan sesuatu agar Hani dapat juga mencapai kepuasan kalau bersetubuh
dengan dia. Pada suatu malam, dia mengajak Hani bersetubuh dan tentunya
sebagai istri Hani selalu siap untuk melayaninya. Diluar kebiasaannya, malam
itu dia kuat sekali bersetubuhnya, Hani jadi bertanya-tanya, bagaimana
mungkin suami Hani dalam soal bersetubuh dapat berubah begitu drastis
menjadi laki-laki yang perkasa, padahal selama dua tahun usia perkawinan kita,
paling lama dia hanya mampu bertahan 3-5 menit saja. Malam itu beberapa kali
Hani mencapai orgasme.
Dua hari kemudian kita bersetubuh lagi, sewaktu pemanasan Hani hisap
penisnya, terasa bau dan sedikit pedas rasa penisnya di mulut Hani. Mulut Hani
terasa tidak nyaman sama sekali dan birahi Hani langsung turun drastis. Teka-
teki yang ada di benak Hani terjawab sudah, ternyata penis suami Hani
sebelum bersetubuh telah diolesi dengan semacam obat yang mampu
menimbulkan rasa kebal. Malam itu, meskipun dia mampu bertahan lebih dari
30 menit, Hani tetap tidak dapat mencapai orgasme, vagina Hani sampai pedih
menahan gesekan penisnya, karena cairan vagina Hani sudah mengering tetapi
dia masih saja menyetubuhi Hani.
Pemakaian obat semacam itu sangat mengganggu pikiran Hani, dan semakin
lama dia menyetubuhi Hani, semakin terasa bahwa vagina Hani bukan sedang
dimasukin penisnya tetapi merasa sedang ditusuk-tusuk oleh sebuah benda
mati. Hani tidak ada gairah lagi, karena Hani punya perasaan bahwa apapun
tingkah dan gaya Hani bersetubuh tidak akan ada artinya kalau yang dihadapi
adalah penis yang tidak mempunyai rasa sensitifitas, hanya akan membuat Hani
lelah tidak berujung saja.
Malam itu, acara bersetubuh kita terasa buat Hani sebagai sebuah siksaan,
berakhir dengan meninggalkan kesan sangat buruk terhadap penis suami Hani.
Perlu untuk diketahui oleh para lelaki, bahwa pemakaian obat semacam itu
belum tentu akan mampu menghasilkan orgasme yang indah bagi pasangannya,
contohnya seperti apa yang aku alami dengan suamiku sendiri. Lebih baik
meminta saran dokter atau yang memang ahli di dalam bidang seksual untuk
berkonsultasi bagaimana caranya untuk mengatasi masalah ejakulasi dini yang
kalian hadapi”, ungkap Hani seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun.
“Pada umur 17 tahun, Winda diperawanin oleh pacar Winda, pada waktu itu
umur dia adalah 22 tahun. Sedikit rasa sakit yang Winda alami adalah sewaktu
unjung penis pacar Winda menekan untuk berusaha masuk ke vagina Winda.
Setelah ujung penisnya berhasil masuk, pacar Winda tidak kesulitan untuk
menekan masuk seluruh batang penisnya ke vagina Winda tanpa menimbulkan
rasa sakit sedikitpun di vagina Winda.
Gerakan dan goyangan Winda muncul secara tidak terkontrol akibat rasa nikmat
merasakan goyangannya. Setelah selesai kita bersetubuh, beberapa saat pacar
Winda termenung seolah-olah memikirkan sesuatu. Akhirnya dia berkata bahwa
dia merasa heran bahwa Winda tidak menjerit dan tidak mengeluarkan setitik
daraHPun sewaktu diperawanin malah menurutnya Winda bergoyang liar
menikmatinya. Winda merasa sakit hati dan sedih sekali dituduh bahwa Winda
sudah biasa bersetubuh, padahal itu adalah yang pertama kalinya Winda
bersetubuh.
Winda jelaskan kepada pacar Winda bahwa kejadian bersetubuh yang tadi itu
adalah yang pertama buat Winda. Tapi kelihatannya pacar Winda tidak begitu
mempercayainya. Padahal Winda sendiri tidak yakin dan tidak tahu kalau dia
itu masih benar-benar jejaka dalam artian belum pernah bersetubuh sama
sekali sebelumnya. Sejak kejadian itu pacar Winda makin aneh kelakuannya,
dan akhirnya hubungan kita putus. Meskipun hati Winda begitu sedih dan sulit
untuk menerimanya, tetapi akhirnya Winda justru merasa bersyukur putus
hubungan dengan dia.
Karena dari sikapnya tersebut Winda dapat mengambil sebuah kesimpulan
bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai Winda. Dia hanya mencintai selaput
dara Winda tetapi tidak mencintai Winda secara keseluruhan. Lelaki semacam
pacar Winda ini sebaiknya dijauhi oleh para wanita. Lelaki semacam ini egonya
sangat tinggi, sehingga kalaupun dipaksakan terus untuk menjadi pacar atau
suami kelakuannya kelak hanya akan membuat kita sebagai wanita tersiksa
batin saja. Kalau seorang laki-laki betul-betul tulus mencintai seorang wanita,
tentunya dia akan mencintai wanita tersebut secara keseluruhannya. Apalagi
dalam hal ini Winda telah menjelaskan kepadanya bahwa dia adalah laki-laki
yang pertama bersetubuh Winda”, ungkap Winda, seorang wanita yang baru
lulus SMU berumur 18 tahun.
“Usia perkawinanku sekarang telah memasuki tahun ketujuh dan aku sendiri
sekarang berumur 35 tahun. Hubungan seksual tadinya berjalan normal dan
memuaskan bagi diri dan suamiku, tetapi dalam 5 bulan terakhir ini aku hampir
tidak pernah lagi dapat mencapai orgasme. Mungkin hal ini disebabkan oleh
rasa jenuh dan bosan akibat dari acara bersetubuh yang selalu monoton kurang
variasi, karena suamiku tidak memiliki inisiatif untuk lebih menghidupkan lagi
acara persetubuhan kita.
Tanpa direncanakan aku terlibat penyelewangan dengan teman suamiku. Dari
penampilan wajah maupun postur fisiknya dia jauh di bawah suamiku, tapi
kalau dia bersetubuh aku, dia dapat memberikan apa yang aku tidak peroleh
dari suami sendiri. Dengan telaten dan sabar dia menuntunku untuk melakukan
apa saja yang aku sukai selama bersetubuh.
Hasilnya, aku sangat tergantung sekali kepada dia dalam hal bersetubuh, dan
dia tergantung padaku dalam hal materi. Buatku tidak menjadi masalah. Materi
aku dapat minta dengan mudah kepada suamiku. Penis dia sendiri ukurannya
lebih kecil dari suamiku, tapi cara dia menuntun aku untuk mencapai orgasme
luar biasa sekali, tidak jarang aku dapat mencapai orgasme lebih dari tiga kali
dalam satu kali acara bersetubuh dengan dia.
Dampak lainnya, setiap aku bersetubuh dengan suamiku sendiri aku dapat
kembali mencapai orgasme, hal ini disebabkan karena akau selalu
membayangkan goyangan dia selama akau bersetubuh dengan suamiku. Buat
para lelaki/suami jadikanlah pengalamanku ini untuk menjaga agar pacar/istri
itu tidak mencari penis lain dengan jalan selalu berusaha untuk memahami
keinginan wanita dalam hal bersetubuh.
Wanita sulit untuk mengutarakan keinginannya yang macam-macam dalam hal
bersetubuh karena rasa malu dan takut kalau dicap yang tidak-tidak. Tawaran
dan inisiatif melakukan variasi baru dalam hal bersetubuh sebaiknya datang
terlebih dahulu dari pihak laki-laki. Kalau hanya sekedar memasukkan penis ke
dalam vagina, aku kira hampir semua lelaki tidak perlu belajar, secara alami
pasti bisa.
Yang perlu dipelajari oleh para lelaki adalah bagaimana caranya agar selalu
dapat memberikan suasana dan variasi baru pada setiap kesempatan
bersetubuh, dimana variasi-variasi tersebut juga dapat diterima oleh
pasangannya sehingga acara bersetubuh tersebut tetap diliputi rasa gairah,
tidak monoton dan membosankan untuk dilakukan”, ungkap Eli, seorang ibu
rumah tangga berumur 35 tahun.

Last changed: 07 Apr 2010 at 3:49 AM

Back

Comments

Tidak ditemukan

Add Comment
print